epajak.or.id Pajak Kripto Naik Jadi 1% di Platform Luar Negeri: Apa Dampaknya bagi Investor? Di ruang kerja yang cukup sibuk, Andi dan Budi tengah berdiskusi tentang kabar terbaru yang sedang ramai dibicarakan di dunia investasi dan teknologi, yaitu kebijakan baru tentang pajak kripto yang mulai berlaku di Indonesia. Budi baru saja mendengar tentang perubahan pajak kripto dan penasaran untuk memahaminya lebih lanjut.
“Andi, bro, lo udah denger belum kalau pajak kripto di Indonesia naik jadi 1% di platform luar negeri mulai Agustus nanti?” tanya Budi sambil membuka ponselnya.
Andi, yang baru saja membaca berita di laptop, langsung menoleh dengan penuh perhatian. “Iya, bro, gue denger itu. Mulai 1 Agustus 2025, pajak atas transaksi kripto yang dilakukan di platform luar negeri bakal dikenakan tarif 1% dari penghasilan bruto,” jawab Andi, sambil menjelaskan lebih lanjut.
Budi mengernyit. “Serius? Selama ini kan pajaknya masih kecil, jadi bakal ada pengaruh besar nih buat para investor.”
“Betul banget! Ini juga bagian dari upaya pemerintah buat meningkatkan penerimaan pajak dari sektor digital, terutama kripto yang semakin populer di Indonesia,” jelas Andi.
💡 Apa yang Dimaksud dengan Pajak Kripto 1%?
Budi langsung bertanya, “Jadi pajak kripto 1% itu gimana cara kerjanya? Apakah semua transaksi kripto kena pajak segitu?”
“Jadi gini, Budi, pajak kripto yang dikenakan 1% itu berlaku untuk transaksi yang dilakukan di platform luar negeri, misalnya Binance atau Coinbase. Artinya, kalau lo jual beli kripto di platform luar negeri, lo bakal dikenakan pajak sebesar 1% dari penghasilan bruto yang lo dapatkan,” jawab Andi. “Kalau di platform lokal, tetap sesuai ketentuan yang berlaku sebelumnya, yaitu 0,21%.”
Budi berpikir sejenak. “Jadi, misalnya gue beli kripto di Binance dan untung Rp100 juta, pajaknya jadi Rp1 juta?”
“Bener banget! Pajaknya langsung dipotong dari penghasilan bruto lo. Ini berlaku untuk semua transaksi, jadi lo harus hati-hati sama transaksi yang lo lakukan,” lanjut Andi.
💰 Dampaknya bagi Investor Kripto
Budi yang mulai paham, bertanya lebih lanjut, “Jadi, menurut lo, apa dampak dari kenaikan pajak ini buat investor di Indonesia?”
“Jelas, dampaknya cukup besar buat para investor, terutama yang sering trading di platform luar negeri. Kalau selama ini mereka mungkin cuma bayar pajak 0,21%, mulai Agustus nanti, mereka bakal dikenakan pajak 1%. Ini artinya, mereka harus siap dengan biaya pajak yang lebih besar,” jawab Andi.
Budi mengangguk, “Iya, sih. Buat investor retail yang sering trading, ini pasti akan berpengaruh pada keuntungan mereka. Tapi gimana dengan para investor besar atau institusi?”
“Buat investor besar atau institusi, sih, mereka mungkin sudah terbiasa dengan pajak besar. Tapi bagi investor kecil, apalagi yang baru terjun ke dunia kripto, ini bisa jadi beban tambahan. Meskipun begitu, ini juga bisa menjadi langkah positif untuk mendorong kripto agar lebih diterima sebagai aset investasi yang sah dan teratur,” jelas Andi.
baca juga
- Undercover.co.id Bawa Machine Learning buat Bantu Bisnis Perpajakan
- Pajak Jasa Boga atau Katering
- Pajak Jasa Outsourcing
- Panduan Pajak Jasa Parkir 2025
- Rakyat Menangis Melepas Sri Mulyani Sang Bendahara Negara
📈 Pengaruh Kebijakan terhadap Pasar Kripto
Budi penasaran, “Kalau pajaknya naik, apa dampaknya ke pasar kripto sendiri? Bisa jadi kurang menarik, kan?”
“Memang ada kemungkinan pasar akan sedikit terpengaruh, terutama di jangka pendek. Tapi, jika kita lihat di negara lain, seperti Amerika Serikat atau Eropa, mereka sudah lebih dulu menerapkan pajak kripto dan pasar tetap tumbuh pesat,” jawab Andi. “Yang terpenting adalah regulasi yang jelas. Jika masyarakat dan investor merasa lebih aman karena adanya peraturan yang mengatur, mereka bisa lebih percaya dan berinvestasi.”
Budi mendengarkan dengan seksama. “Jadi meskipun pajaknya lebih tinggi, kalau ada regulasi yang jelas dan transparan, pasar bisa tetap berkembang, ya?”
“Betul! Bahkan, regulasi yang jelas ini bisa membantu mengurangi potensi pencucian uang dan penyalahgunaan di pasar kripto. Jadi, bisa dibilang ini langkah yang positif untuk pasar jangka panjang,” kata Andi, menutup percakapan.
📌 Kesimpulan
Budi yang mulai memahami, mengangguk, “Jadi intinya, meskipun pajaknya naik, ini bisa bikin pasar kripto lebih teratur dan lebih aman, ya?”
“Benar, bro. Pajak 1% ini memang akan berdampak pada investor, tetapi ini juga menunjukkan bahwa pemerintah serius mengatur sektor kripto dan menciptakan pasar yang lebih transparan. Bagi yang sudah terbiasa trading, ini mungkin bukan masalah besar, tapi penting untuk selalu memperhatikan kebijakan pajak terbaru,” jawab Andi dengan penuh keyakinan.
Andi dan Budi berhasil memahami bahwa meskipun ada kenaikan pajak untuk transaksi kripto di platform luar negeri, kebijakan ini bisa membantu menciptakan pasar yang lebih teratur dan aman bagi investor. Pemahaman yang jelas mengenai pajak ini juga bisa membantu para investor dalam merencanakan strategi investasi mereka ke depan.
