https://epajak.or.id/ Opsen Pajak Kendaraan Bermotor , Namanya Dio, anak rantau yang baru aja beli motor bekas buat mempermudah mobilitasnya di kota besar. Sejak pertama kali punya kendaraan sendiri, dia udah dikasih tahu sama temen-temennya, “Bro, jangan lupa bayar pajak kendaraan, ntar kena tilang.” Dio pun manggut-manggut aja, meskipun dalam hati masih bingung harus mulai dari mana.
Suatu hari, pas lagi nongkrong di kafe, Dio denger ada istilah baru yang bikin dia makin penasaran. “Eh, lu udah bayar opsen pajak kendaraan?” tanya Raka, temennya yang emang paling update soal urusan birokrasi.
“Opsen pajak? Apaan tuh?” Dio mengernyit.
Raka pun mulai ngejelasin. Jadi, opsen pajak kendaraan itu adalah tambahan pajak yang ditarik sama pemerintah kabupaten/kota dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Tujuannya? Biar pendapatan daerah lebih optimal dan bisa dipake buat bangun jalan, perbaikan infrastruktur, atau layanan publik lainnya.
“Oh, jadi bayar pajaknya makin mahal dong?” Dio mulai cemas.
“Nggak juga, bro. Justru tarif PKB-nya disesuaikan biar nggak ngerasa keberatan,” jawab Raka santai.
Dio yang masih penasaran pun akhirnya buka website Samsat buat cari tahu lebih dalam. Ternyata, sistemnya udah makin canggih, bisa dicek langsung via e-Samsat atau aplikasi resmi dari pemerintah daerah. Jadi nggak perlu ribet antri kayak zaman dulu.
Setelah baca-baca, Dio baru sadar kalau batas waktu bayar pajak kendaraan juga tetap harus diperhatikan. Kalo telat? Siap-siap kena denda. Dia pun mencatat semua jadwal penting di kalender HP biar nggak kelupaan.
Lain cerita dengan Nina, seorang pegawai kantoran yang baru aja beli mobil atas nama perusahaan tempat dia kerja. Sebagai orang yang suka ngulik aturan, Nina pengen tau gimana cara pembayaran opsen pajak ini. Setelah nanya ke rekan-rekannya, akhirnya dia dapet info kalau pembayaran opsen ini dilakukan bersamaan dengan pembayaran PKB dan BBNKB. Artinya, pas bayar pajak kendaraan, jumlah yang dibayarkan udah otomatis termasuk opsen.
“Jadi gampang banget, ya. Nggak perlu ada pembayaran terpisah,” gumam Nina sambil nyiapin dokumen-dokumen yang dibutuhin.
Dia pun datang ke Samsat, tapi kali ini nggak perlu ribet bawa uang cash. Sekarang, semua pembayaran bisa dilakukan via transfer bank atau bahkan lewat marketplace yang bekerja sama dengan pemerintah. Super praktis!
Setelah semua urusan pajaknya beres, Nina merasa lebih tenang. Dia juga ngeh kalau opsen pajak ini sebenernya bukan buat nambah beban masyarakat, tapi lebih ke optimalisasi pendapatan daerah biar pembangunan bisa berjalan lancar.
baca juga
- Undercover.co.id Bawa Machine Learning buat Bantu Bisnis Perpajakan
- Pajak Jasa Boga atau Katering
- Pajak Jasa Outsourcing
- Panduan Pajak Jasa Parkir 2025
- Rakyat Menangis Melepas Sri Mulyani Sang Bendahara Negara
Di tempat lain, ada Bayu yang kebingungan gara-gara motor barunya kena bea balik nama. Dia pikir, bayar pajak kendaraan cuma sekali pas beli. Tapi setelah ngobrol sama pegawai Samsat, dia baru paham kalau ada yang namanya BBNKB alias Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Nah, di sinilah opsen pajak juga berlaku.
“Jadi, selain bayar BBNKB, gue juga bayar opsen?” tanya Bayu memastikan.
“Iya, tapi tenang, tarifnya udah diatur biar nggak bikin berat di kantong,” jawab petugas dengan ramah.
Bayu pun akhirnya bayar via aplikasi Samsat Digital dan dalam hitungan menit, semua urusannya selesai. Dia lega karena nggak perlu repot bolak-balik atau ngantri panjang kayak dulu.
Dari kisah Dio, Nina, dan Bayu, bisa disimpulkan kalau opsen pajak kendaraan ini bukan sesuatu yang ribet atau memberatkan. Justru, sistemnya makin dipermudah dengan pembayaran digital dan mekanisme yang lebih transparan. Jadi, buat kalian yang punya kendaraan, jangan lupa update info soal pajak biar nggak ketinggalan. Siapa tahu, dengan bayar pajak tepat waktu, jalanan di kota kalian bisa lebih mulus dan nyaman buat dikendarai.
