Pemeriksaan Wajib Pajak Oleh DJP

https://epajak.or.id/ Pemeriksaan Wajib Pajak Oleh DJP , Hari itu, Dika baru aja balik dari kafe favoritnya setelah meeting bareng klien. Dia lagi santai buka laptop, niatnya mau ngecek laporan keuangan bisnisnya. Tapi tiba-tiba, sebuah email masuk dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Duh, apaan lagi nih?” gumamnya sambil mengernyitkan dahi.

Dia baca pelan-pelan. Ternyata, bisnisnya kena pemeriksaan pajak. Dika langsung panik. “Gue kan udah bayar pajak bener, kok diperiksa sih?” katanya ke dirinya sendiri.

Besoknya, Dika curhat ke Rina, sahabatnya yang juga seorang akuntan. “Rin, gue kena pemeriksaan pajak. Kenapa ya? Padahal udah bayar pajak tiap bulan.”

Rina ketawa kecil. “Dik, lo tau nggak kalau ada beberapa kriteria yang bikin Wajib Pajak kena pemeriksaan? Bisa jadi lo masuk salah satunya.”

“Serius? Gue nggak ngerti, jelasin dong.”

Rina menghela napas dan mulai menjelaskan.

“DJP punya aturan baru, namanya PMK 15/2025. Nah, di situ ada beberapa hal yang bikin bisnis bisa kena pemeriksaan pajak. Misalnya, kalau lo ngajuin restitusi pajak alias minta balik kelebihan bayar pajak.”

Dika mengangguk. “Oh, gue sih nggak ngajuin itu. Jadi aman dong?”

“Eits, tunggu dulu. Ada juga kriteria lain, misalnya kalau di laporan pajak lo ada angka rugi besar. Lo pernah lapor rugi nggak?”

Dika menggaruk kepala. “Hmm, pernah sih sekali pas pandemi. Tapi kan itu beneran rugi, bukan bohong.”

Rina tersenyum. “Iya, tapi DJP tetap bisa periksa buat memastikan angka itu valid. Terus, kalau bisnis lo pernah dapat pengembalian pajak di awal, itu juga bisa bikin kena pemeriksaan.”

Dika mulai paham, tapi tetap penasaran. “Terus, apalagi?”

baca juga

“Kalau lo pernah ubah tahun buku atau metode pembukuan, DJP bisa jadi curiga dan ngecek apakah ada manipulasi pajak.”

Dika menepuk jidat. “Gue sempet ubah metode pembukuan tahun lalu biar lebih gampang. Apa itu penyebabnya?”

Rina mengangguk. “Bisa jadi. Selain itu, kalau bisnis lo pernah revaluasi aset atau restrukturisasi perusahaan, kayak merger atau pecah kongsi, bisa kena pemeriksaan juga.”

Dika makin pusing. “Wah, banyak banget ya alasannya. Gimana cara biar gue nggak kena pemeriksaan pajak lagi?”

Rina tersenyum. “Yang penting lo selalu catat transaksi dengan bener, bayar pajak tepat waktu, dan kalau ada perubahan di bisnis lo, laporin ke DJP biar mereka nggak curiga.”

Dika merasa sedikit lega. “Untung ada lo, Rin. Kalo nggak, gue udah keburu panik.”

Dari obrolan mereka, bisa disimpulkan bahwa DJP punya banyak alasan buat melakukan pemeriksaan pajak. Jadi, kalau lo punya bisnis, jangan sampai kaget kalau suatu hari kena pemeriksaan. Yang penting, selalu taat aturan dan siap dengan data yang jelas. Dengan begitu, lo bisa menjalankan bisnis dengan tenang tanpa drama pajak yang bikin pusing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top